March 10, 2012

ONDE ONDE IMUT –Ep03-

Author : Shin Rye Ra
Cast :
. Lee Hyuk Jae
. Lee Donghae
. Kim Na Na *Fiction*
. Chan Ah Na *Fiction*
Rate : AG
Genre : Romance enggak, humor enggak. -,- *Apa deh*

Annyeeeoooong~ *Tebar-tebar uang*, Author jelek balik lagi dengan FF nya yg juga jelek.. Tetap seperti biasa, author buat FF nya di temenin abang nya Author, Kyuntet Oppa, eh salah, Kyuhyun Oppa maksud nya *Kyu : Yak! Siapa loh?* Ini part 3 nya Onde Onde Imut yg cerita nya makin gak nyambung, capcus daaah :D

Gumawo~ and happy reading^^

-Na Na’s POV-

“Mianhae Na~ha, aku tak bisa menjagamu, padahal aku sudah berjanji pada Hae dan Eunhyuk Oppa”, rautnya ada sedikit rasa bersalah, memangnya mereka berdua janji apa?
“Memangnya ada apa?”
“Yah itu tadi, kau harus hati-hati dengan para E.L.F yg terlalu fanatik, terutama para jewels”, Ah Na menggosok-gosokkan handuk di kepalaku yg baru saja aku keramasi.
“Ah, aniyo, tak perlu kau pikirkan begitu”

~Nanana~New message~08********

KAU AKAN MATI JIKA TAK MENJAUHI HYUK JAE KAMI!!!

Omona~ Apa ini?
Tiba-tiba Ah Na langsung merebut ponselku, mungkin dia melihat ekspresiku yg seperti kucing garong kesambet setelah membaca sms tadi.

“Omo~ Kenapa mereka jahat sekali Na?”, ucap Ah Na sambil menutup mulutnya karena kemasukan lalat, eh salah, karena terkejut melihat apa yg ada di ponselku. Aku hanya menggeleng pelan, menundukkan kepalaku, sejujurnya aku takut, kalian tau kan aku ini orangnya suka parno.

“Gwaenchannayo”, kata Ah Na dan langsung memelukku yg tertunduk.

>

-Hyuk Jae’s POV-

“Gwaenchannayo?”, Donghae membangunkan lamunanku.
“Nde, wae?”, ucapku malas, sambil masih terus menatap ke arah pantai.

Kami sedang berada di Osaka karena ada SS4 yg diselenggarakan disini. Aku sekarang berada di kamar hotelku yg menghadap langsung ke pantai. Aku tak sekamar lagi dengan Hae dan Won, entah kenapa, tapi aku sekamar dengan Si Anak Setan Kyuntet itu dan Heechul Hyung. Kalian tau? Ini petaka buatku, karena kamar hotelku tak pernah bisa tenang jika ada mereka berdua yg tak pernah akur.

*Nyadar gak? Kan di Osaka SS4 kagak ada Chullie*Kekekeke~*Buat aja ada*

“Kau terlihat suram seperti setan nyasar ke Kalimantan *lho?*”, kata Hae peduli.
“Aisshh, kau ini bicara apa? Naneun gwaenchannayo”
“Hyuk”, katanya pelan.
“Wae?”, aiisshh, namja ini mengganggu saja sih, apa dia tak tau moodku sedang buruk karena aku kehilangan separuh jiwaku selama 2 tahun ini?
“Apa tak ada kabar dari istrimu?” DEG! Istriku? Ya, memang selama 2 tahun ini kami tak saling berhubungan, ani, dia yg tak menghubungiku, e-mailku tak pernah sekalipun ia balas. Mungkin itu yg membuatku kehilangan separuh jiwaku selama ini. Apa iya?

“Aniyo”, jawabku masih singkat. Bayang-bayang wajah yeoja itu mulai terngiang-ngiang di kepalaku. Dimana dia sekarang? Dengan siapa? Semalam berbuat apa? *lho kok nyasar ke Kangen Band?*

“Aku.. Aku rindu yeojaku, kau tau? Aku hampir mati memikirkannya terus, sudah 7 bulan ini ia tak menghubungiku”, Mwo?? Baru 7 bulan?? Kau tau Hae, 2 tahun lamanya istriku tak menghubungiku!!!

Aku tak meresponnya. Aku beranjak dari tempatku dan menuju tempat tidurku dan membuka laptop, melakukan rutinitasku *Bukan nge-yadong readers* selama 2 tahun ini, mengirim e-mail ke istriku yg tak pernah 1 pun dapat balasan. Ada apa dengan yeoja gila ini? Hampir setiap jam aku mengiriminya e-mail, mungkin sekarang sudah mencapai 10000 e-mail yg kukirim padanya *Secara 2 tahun dan hampir tiap jam gitu loh*

To : Kim Na Na
Subject : Where are you chagi~ya??? TT_TT

Bogoshippeoyo!
2 tahun lamanya aku tak mendengar suara cemprengmu, tak melihat wajah jelekmu, pipi kembungmu, dan semuanya. 2 tahun lamanya kau tak membalas e-mailku ini. 2 tahun lamanya aku kehilangan separuh jiwaku. Apa kau merasakan apa yg ku rasakan sekarang Na Na? Kembalilah padaku. Bukankah kau hanya butuh waktu 2 bulan untuk menyelesaikan kuliahmu?

Setelah selesai mengetik e-mailku dan mengirimnya (untuk yg kesekian kalinya) pada Na Na, aku lihat Hae sedang asyik duduk di sebelahku sambil asyik (lagi) menatap layar laptopku. Aiisshh, dasar Odong-Odong sialan!

“MWO?? 2 tahun?”, ucapnya dengan terkejut sampai matanya terjatuh dari tempatnya *lho??*
“Aiisshh, kau ini mengganggu saja”, aku mendorongnya, berusaha mengusirnya, tapi ia malah berbalik menatapku, menatapku nanar.

"Kau mencintainya?", tanya Donghae tiba-tiba.
"Aiisshh, kau ini bicara apa Hae?", tanyaku sambil memukul dadanya pelan.

"YAK! Magnae kurang ajar! Aku ini Hyungmu babo!!", suara itu menggema menuju kamar hotelku, aku yakin itu, siapa lagi kalau bukan Hee Hyung.
"Yak! Heechul, pelankan suaramu, aiisshh memalukan", kali ini itu pasti suara besar milik Kyuntet, eh salah, Kyuhyun maksudnya.
"Yak! Panggil aku Hyung" BRAKK!! Pintu kama hotelku terbuka, dan disitu berdirilah 2 makhluk dengan pakaian comprang dan muka lusuh dan berkata, "Sak welas e maas" *Lho?*Abaikan*

"Shireo!", kata Kyuhyun sambil mengibas-ibaskan tangannya ke tanah, eh ke udara maksudnya.

Aku diam, tak menanggapi mereka, masalahnya kalo aku nanggepin pertengkaran mereka, aku yg akan jadi korban paling mengenaskan, dan ini sudah pernah terjadi sebelumnya.

>

Aku sedang menikmati tidur siangku, tiba-tiba...

"Mwo?? Kenapa gulingnya cuma 1?", suara Kyuhyun bergeming dalam mimpiku, ani, ini masih nyata, aku belum benar-benar tidur.
"Ya jelaslah ciiin, guling yg satunya kan aku pakek, cipek deeh", kataku pada Kyuhyun sambil tetap memejamkan mata.
"Yak! Itu gulingku, jelek!", kali ini aliens satunya yg juga sekamar denganku mulai bersuara. Aigoo~
"Andwae, aku menemukannya duluan Hyung"
"Kau harus hormat kepada Hyungmu kau tau, sini berikan padaku", Heechul tetap saja ngotot, telingaku mulai membengkak mendengar suara mereka berdua.
"SHIREO!!", mereka mulai tarik-tarikkan guling yg hanya satu itu, sungguh malang nasibmu guling harus bertemu dengan 2 aliens jelek ini, pikirku.
"YAK!!"
"ANDWAE!!"
"CHO KYUHYUN!!"
"KIM HEECHUL!!"
"YAK!! TAK SOPAN!!"
“HORMAAAAT GRAKK!!"
"TEGAAAAK GRAKK!!" *Abaikan, author mulai ngelantur*

"YAK!! Bisakah kalian diam! Aku sedang mencoba menikmati tidur siangku!", aku mulai muak.

Mereka menghentikan kegiatan mereka, kemudian memandangku tajam setajam silet. Kulihat Heechul melepaskan genggamannya dari guling itu, Kyuhyun merasa menang. Heechul berjalan ke arahku, firasatku tak enak.

"Berikan gulingnya padaku", tangannya menengadah padaku.
"Andwae Hyung"
"BE-RI-KAN GU-LING-NYA PA-DA-KU", dia menekan setiap kata yg dia ucapkan.

BRUKK!!
Sesuatu yg empuk mendarat di kepalaku, ani, menghantam kepalaku, 1 detik.. 2 detik.. aku terkejut. Aku mengambil benda itu dari kepalaku yg ternyata adalah bantal. Dan aku juga mendapati 2 aliens sudah tertidur dengan tenang di samping kanan dan kiriku dengan memeluk gulingnya masing-masing, mwo?? Gulingku! Aiisshh. Dasar setan alas, genderuwo, nenek lampir, wewe gombel, Choi Siwon, Park Jung Soo, Kim Ryeowook *Lho??*

"Yak! Gulingku Hyung", aku menggoyang-goyangkan tubuhnya yg tidur membelakangiku di samping kananku. Tak ada respon.
"Yak! Berikan aku guling itu Anak Setan!", kini aku ganti mengguncang tubuh Kyu yg tidur membelakangiku juga di sebelah kiriku. Juga tak ada respon.

Aku mulai merengek-rengek berusaha membangunkan mereka dan mendapat apa yg aku inginkan, alhasil, nothing happened. Tapi aku tak menyerah, aku terus saja mengguncang tubuh mereka, dan mereka berdua bangun, akhirnya.

Kyu dan Hee Hyung saling bertatapan, Kyu mengeluarkan EvilSmirknya, firasatku tak enak dan aku merasakan adanya aura jahat dari samping kiri dan kananku. Aku mencari aman dan segera beranjak dari tempat tidur tanpa mengatakan apapun, HAPP! Mereka berdua dengan sigap menangkap kedua tanganku. Ya Tuhan selamatkan hambamu yg tak memiliki dosa ini *Ape lu kata Nyuk?*

Mereka berdua mengangkatku, entah mau dibawa kemana, aku terus meronta, tapi rupanya mereka lebih kuat. Sungguh setan mereka ini!

BYUURR!!!
Mereka menceburkanku ke bak mandi, otomatis bajuku basah semua, dan mereka melongos begitu saja tanpa rasa bersalah. Aku beranjak dari bak mandi, segera menuju kamar dan mendapati mereka kembali ke posisi semula dengan gulingnya masing-masing, ani, salah satunya adalah gulingku.

"Yak!!", aku berteriak ke mereka.
"Wae?", kata Kyuhyun sambil tetap memejamkan matanya.
"Aku minta pertanggungjawaban babo! Aku basah semua", aku sedikit berteriak.
"Nde?"
"Aku minta pertanggungjawaban, aku hamil" *Abaikan*

Dan pada akhirnya aku berakhir dengan tidur di sofa sehari semalam, kalian tau kenapa? Itu karena ketika aku mencoba tidur di kasur, mereka selalu menendangku hingga aku jatuh, aiisshh, kurang ajar bukan?

>

"Kau jelek Kim Heechul", kata Kyuhyun dengan nada mengejek sambil memasuki kamar hotel kami, aku dan Donghae hanya diam.
"Yak!--" BRUKK PLAKK JEDHEERR GUBRAKK KROMPYAANG! Heechul menjitaki kepala anak itu habis-habisan hingga tak tersisa, entah kenapa aku menikmati pemandangan itu, kekeke~ Kurasa Hae juga, wajahnya terlihat sedikit berseri.

Heechul puas setelah menjitaki Magnae Sialan itu, wajahnya memancarkan wajah puas yg amat amat dalam sedalam pakaian dalam di jemuran paling dalam.
"Yak! Lee Hyuk Jae, Lee Donghae, kata Leeteuk nanti kita gladi bersih karena besok sudah hari H SS kita", kata Heechul sambil menunjuk-nunjuk ke arahku dan Hae.
"Nde", jawab aku dan Hae bersamaan.

*******

Aku berada di panggung, membawakan lagu Superman, dan...
Aku teringat saat pertama kali aku bertemu yeoja itu, istriku, Kim Na Na. Ragaku di panggung ini, tapi nyawaku tak disini, ragaku tengah mencari ragaku yg lain yg telah menghilang 2 tahun terakhir ini.

SuShow telah berakhir, kini aku berada di hotel, tapi di kamar Hae, aku malas melihat 2 aliens itu bertengkar lagi di kamarku.

"Hae, kau tau? Kurasa aku ingin menarik kata-kataku yg waktu di pesawat dulu bahwa aku tak mungkin mencintai yeoja seperti dia", ucapku sedih, Hae menatapku.
"Kau percaya takdir?", tanyanya padaku.
"Wae?"
"Jika takdir memang milik kalian berdua, sejauh apapun kalian dipisahkan oleh tembok yg begitu tebal, tembok itu akan tetap runtuh pada akhirnya", jelasnya.
"Bagaimana jika takdir bukan milikku dan dia?"
"Maka berharaplah agar kau bisa membahagiakannya walau hanya sekali", Donghae tersenyum padaku, dia ini.. memang namja romantis, aku aja sampe leleh karena kepanasan, eh salah, maksudnya leleh denger kata-katanya *Lho?*

"Aku percaya takdir, jika memang Ah Na bukan takdirku, setidaknya aku ingin membahagiakannya sekali saja, tapi mungkin untuk saat ini memang belum waktunya", aku bisa melihat wajahnya yg sedih, kau tak bisa menutupinya Hae, aku tau sebenarnya kau juga berharap bahwa ia adalah takdirmu, aku juga begitu.

"Apa kau tak mencoba menghubungi Yoon Ra?", tanyanya lagi yg membuatku bingung.
"Tanya apa? Emang siapa itu Yoon Ra? *Jedheeerr*Author sakit hati di lupain Jae*", tanyaku polos.
"Yak! Babo! 2 tahun menikah dengan Na Na kau bahkan tak tau saengnya, atau jangan-jangan kau memang tak tau bahwa Na Na memiliki dongsaeng"

JEDHEERR!!!!
Kenapa aku bisa lupa bahwa Na Na punya Yoon Ra dan halmeoninya yg tinggal disini. Babo ya aku? *Iyaaa*Sambil bersorak sujud syukur bareng Kyu*Akhirnya nyadar lu Kunyuk*

"A-aku.. aku.. aku hanya lupa", aku gugup, memang aku lupa kok, lupa kalo Na Na punya dongsaeng.
"Aigoo, kau memang bukan suami yg baik, Hyuk", katanya sambil geleng-geleng ajeb-ajeb. Mwo?? Apa katanya??

PLETAK!!
"Kau ngomong apa babo!!", aku menjitak kepalanya gemas, berani sekali dia berkata begitu.

-Na Na’s POV-

Uhh sakitnya, aku terbangun dari tidurku. Eodiseo? Rumah sakit? An--

“Kau sudah sadar Na? Syukurlah”, Ah Na menghampiriku dan memelukku.
“Kenapa aku disini sih?”, aku langsung bangkit dari kubur sambil gendong anak, eh salah, bangkit dari tempat tidurku sambil melepas infus yg menancap di tanganku, aku benci rumah sakit!
“Na~ha, jebal, kali ini aja kamu nurut sama aku”, Ah Na menggenggam tanganku sebelum aku berhasil melepas infus dari tanganku.
“Naneun gwaenchannayo?”, tanyaku pasrah pada Ah Na.
“Gwaenchanna, tapi untuk saat ini, kau aman disini”, katanya lagi sambil mengelus dadaku.
“Memang aku kenapa bisa terdampar disini?”, tanyaku dengan sedikit menggembungkan pipi dan mengerucutkan bibirku seperti orang sedang ngambek.
“Kau tak ingat? Para Elf selalu berusaha mendapatkanmu, terakhir kali mereka nekat meracunimu di sebuah café saat kau sedang makan siang denganku. Kau keracunan parah dan, mmm—“, dia tak melanjutkan ucapannya.
“Dan apa Na?”, tanyaku penasaran.
“Dan kau tak sadarkan diri selama sekitar 7 bulan”, perkataannya barusan membuat mulutku menganga lebar hingga gorila saja bisa masuk *Apa deh?*-,-*
“Bukan saatnya bercanda Ah Na”, aku sedikit membentaknya, berharap itu tak nyata. Secara, 7 bulan gitu loohh.
“Aku tak bercanda yeoja babo!! 7 bulan terakhir hanya aku yg merawatmu, aku tak berani menghubungi orang tuamu karena mereka juga kan belum tau bahwa kau sudah memiliki suami, aku juga tak berani menghubungi Haeppa dan suamimu, aku takut mereka mengkhawatirkanmu, aiisshh, aku rindu Namjachinguku yg pendek dan jelek itu *PLAK*Ah Na ditabok ELFishy*”
“Gumapta~”, jawabku singkat, aku masih tak percaya, 7 bulan??
“Nde, cheonman”, ia mengacak rambutku pelan.

“Na, apa kau masih tak ingin menghubungi HyukJae atau mungkin membalas e-mailnya?”, tanyanya sedikit ragu. Aku mengangguk pasti.

Semenjak aku kembali ke Indonesia, aku tak pernah menghubungi namja itu, kalian tau kenapa? Aku berniat ingin melupakannya, menganggapnya tak pernah muncul dalam kehidupanku, dia petaka buatku, mengusik kehidupanku, bahkan aku terkapar beginipun itu karena ulah cerobohnya, jika sudah siap aku akan kembali ke Korea sambil membawa surat cerai dari KUA *Lhooo??*

“Ah Na, jika siap aku akan meminta cerai”, ucapku lirih, aku sendiri tak yakin akan mengucapkan itu.
“Mwo?? Wae? Hyuk Oppa saranghanda aniya?”, tanyanya kaget sambil menggoyang pinggul ala Inul, eh salah, menggoyang pundakku pelan.
“Molla, sudah ya Na, aku malas bicara tentang itu”, aku kembali membaringkan tubuhku di tempat tidur rumah sakit ini sambil membelakanginya, lalu pura-pura memejamkan mata.

Mianhae halmeoni, mianhae Yoon Ra, mianhae Hyuk, aku tak menepati janjiku untuk langsung kesana. Mianhae Hyuk, mungkin ini keputusan yg terbaik.

-Ah Na’s POV-

“Molla, sudah ya Na, aku malas bicara tentang itu”, dia tidur membelakangiku, aku keluar dari ruangan Na Na. Duduk di salah satu kursi ruang tunggu.

Apa yg harus kulakukan? Na apa kau tak tau bahwa Eunhyuk Oppa begitu mencintaimu? Kau menyuruhku untuk membuka setiap e-mailnya, dia terluka Na, dia terluka karena kau tak ada. Dia akan lebih terluka lagi jika melihatmu seperti ini.

Apa aku harus menghubungi Haeppa?
YA! Harus! Aku tak mau kalian berdua berpisah, aku tau kalian saling mencintai.

To : HaeFish
Subject : Oppa^^

Oppa^^
Annyeong~
Mianhae aku tak menghubungimu sebentar, apa kau merindukanku?
Kekeke~ Aku merindukanmu Oppa..

Tak membutuhkan banyak waktu untuk mendapat balasan e-mailnya, mungkin ia sedang tak sibuk.

From : HaeFish
Subject : Oppa^^

Aigoo~ 7 BULAN ITU SEBENTAR?
Aku hampir mati karenamu Na!!
Kemana saja kau selama ini? TToTT *Aiihh, kenapa Hae selalu lebeh?*

Omona~ Dia marah :o

To : HaeFish
Subject : Oppa^^

Kau tak bersyukur aku menghubungimu? -,-
Mianhae Oppa..
Ada sesuatu hal penting yg membuatku tak bisa menghubungimu..

From : HaeFish
Subject : Oppa^^

Waeyo?
Kalau ada masalah, kau ceritakan padaku chagi~ya

To : HaeFish
Subject : Oppa^^

Ini bukan masalahku, tapi Na Na..
Ia baru saja sadar dari komanya setelah 7 bulan terakhir ini..
Dia keracunan, para E.L.F yg nekat melakukan hal itu..
Mianhae Oppa L

-Donghae’s POV-

Aku sedang duduk di dalam pesawat, di sebelahku ada monyet yg sedang benar-benar gila kehilangan istrinya selama 2 tahun, kami akan kembali ke Korea.

Sedang asyik mendengarkan lagu Kangen Band *Lhoo??* di I-Phoneku, aku mendapat e-mail.

From : MonaaAidy
Subject : Oppa^^

Oppa^^
Annyeong~
Mianhae aku tak menghubungimu sebentar, apa kau merindukanku?
Kekeke~ Aku merindukanmu Oppa..

Mwoyaaa?? Ini Ah Na-ku, sebentar katanya?!?!?!
Aigoo, anak ini tak berubah, aku semakin merindukannya saja.

Aku terus melepas rinduku dengan e-mail e-mailan dengannya, tapi aku terkejut ketika membaca e-mailnya yg baru saja ia kirim.

From : MonaaAidy
Subject : Oppa^^

Ini bukan masalahku, tapi Na Na..
Ia baru saja sadar dari komanya setelah 7 bulan terakhir ini..
Dia keracunan, para E.L.F yg nekat melakukan hal itu..
Mianhae Oppa L

Aku segera membangunkan Hyuk yg ngorok (?) sambil menganga lebar di sebelahku.

“Hyuk, hyuk, bangunlah”, aku mengguncang bumi, eh pundaknya maksudku.
“Nde, Na Na, chakkam mmm—“, matanya tak terbuka, ia hanya menggeliat, dan dia tadi.. Na Na? Aiisshh, kasihan sekali namja ini.
“Hyuk, banguuunn!!”, aku sedikit berteriak sambil memencet hidungnya dan menariknya.

“Kyaaaa, appo~”, dia bangun sambil mengusap-usap hidungnya. Rasain lu, jarang-jarang gue nyiksa lu Hyuk *Hae memanfaatkan momen*

“Wae?”, tanyanya jutek kepadaku. Aigoo~ Anak ini marah? Kayak anak kecil aja.

Aku tak berkata apapun, aku hanya menyodorkan ponselku agar ia bisa membaca semua e-mailku dengan Ah Na tadi.

3 detik ia membacanya..

“Yak! Kau mau pamer kalau yeojamu sudah menghubungimu?”, cibirnya jutek.

Aisshh, dasar cerewet.

“Baca saja sampai akhir, babo!!”, aku melipat kedua tanganku di dadaku.

1 menit ia membaca, kemudian ia mengembalikan ponselnya padaku tanpa berkata apapun, wajahnya.. Ia terlihat begitu gelisah, dan ia.. ia menangis.

-Hyuk Jae’s POV-

DEG!
7 bulan lamanya dia koma?? Dan aku baru mengetahuinya sekarang??
Suami macam apa aku ini!!

Aku tak kuasa, aku sangat mengkhawatirkannya, bagaimana keadaannya sekarang Tuhan? *Iiiih, monyet bisa nyebut*Kekeke~* Cairan bening mengalir deras di sungai Han, eh di pipiku maksudnya.

Aku harus menemuinya! Ya! Aku harus menemui istriku!

“Hae..”, aku memanggil Ikan Kembung di sebelahku ini sambil mengusap sisa air mata dan ingusku.
“Nde?”, ia menatapku, tatapannya padaku seperti ia melihat seorang pengemis tua berpakaian lusuh dgn celana comprang dan berbadan kurus kering *Hyuk : Yak! Emang gua apaan Thor??*Author : Lu monyetkan??*Sambil pasang tampang blo’on*
“Aku harus menemui istriku!”, ucapku tegas.
“Eodiseo?”, dia tanya sambil pasang tampang blo’on pengen gua gampar aja nih anak *Ups*
“Di Indonesia lah babo!!”, aku mendengus kesal, dia ini kenapa sih? Lemot amat *Hyuk digampar elfishy*
“Tapi bagaimana deng—“
“Dia sakit Hae, dia membutuhkanku, aku suaminya, 7 bulan ia tak sadarkan diri saja aku tak tau, aku tak mau menjadi suami yg buruk untuknya, dia terluka begitupun karenaku”, aku nyerocos di depan muka Hae sampe muncrat-muncrat ke mukanya *Abaikan*
“I will help you”, kata Hae sok pake bahasa Inggris, padahal juga ancur semua cara bicaranya *Yak! Emang lu bisa?*Hyuk : Kagak sih Thor, kekeke~*

Kami sampai di Korea, aku segera menuju ruangan Soo Man dan meminta ijin padanya untuk menjenguk istriku.

“Kau tak boleh kemanapun!”, ucapnya tegas.
“Tapi istriku membutuhkanku, kau yg menyuruhku untuk segera menikah dengannya, kini kau yg menghalangiku”, ucapku sedikit dengan nada tinggi, Hae yg di sebelahku mengelus Heebum, eh punggungku maksudnya.
“Beri dia kesempatan, jebal”, Donghae angkat bicara.

Soo Man tampak berpikir sejenak.

“Tetap tidak bisa, tapi istrimu bisa kau suruh ke Korea”, ucapnya sambil tersenyum kecil.
“Tapi, dia masih sak—“
“Keputusan yg tak bisa di ganggu  gugat”, ucapnya sambil melipat kedua tangannya ke dada. Aiisshh, dasar pak tua jelek menyebalkan.

-Na Na’s POV-

“Bagaimana jika aku bilang bahwa ia mencintaimu”, DEG! Ucapan Ah Na itu, aish, ada apa denganku?
“Andwae, tak mungkin”, jawabku jutek.

Aku masih di rumah sakit, dan hanya Ah Na lah yg setia menemaniku.

“Kapan aku bisa keluar dari tempat ini?”, tanyaku padanya yg terdiam (?)
“Besok”
“Besok kita kembali ke Korea, aku.. aku akan langsung minta cerai”, ucapku ragu. Aish, aku ini kenapa sih.
“Ne, tapi pikirkan secara matang dulu”, ucap sahabatku ini dengan raut sedih.

>

“Kyaaa, Eonnie, kenapa kau lama sekali kembalinya?”, Yoon Ra histeris saat melihatku keluar dari airport, ia langsung menghampiriku dan memelukku, kulihat halmeoni hanya tersenyum sambil berjalan ke arah kami.
“Mianhae, aku agak sibuk Ra”, aku membalas pelukannya, aigo, aku merindukan saengku ini.
“Kajja, kita pulang”, Yoon Ra menarik tanganku dan tangan Ah Na.

*******

“Eomma? Appa? Sedang apa kalian disini?”, kataku setelah sampai di rumah Halmeoni.

PLETAK!!
Appa menjitak kepalaku, memangnya ada yg salah dari kata-kataku?

“Yak! Kau ini, bukannya senang bertemu Eomma dan Appa, tapi malah seolah ingin mengusir kami”, kata Appa gemas, Eomma hanya cekikikan kuntilanak.
“Aish, Appa, aku sudah dewasa, jangan menjitakiku lagi”, aku protes sambil mengusap-ngusap kepalaku yg terkena jitakan.

“Ne, Na Na sudah dewasa, ia bahkan sudah memiliki suami”, kata Halmeoni yg baru saja masuk ke rumah.
“MWOO?? Suami??”, kata Appa histeris. Appa lebeh deh -,-

Kulihat raut yg berbeda antara Eomma dan Appa. Eomma kini wajahnya bertambah cerah sumringah, sedangkan Appa, ia terlihat marah. Tak perlu mereka bicarapun aku tau apa pendapat mereka masing-masing.

“Apa benar itu?”, suara Eomma yg lembut yg sangat kurindukan.
“Ne Eomma, tapi itu hanya sebuah kecelakaan”, aku berusaha jujur.
“Mwoya?? Kau married by accident?”, kata Appa dengan suara yg menggempakan dunia.
“Ne, Appa”, aku menikah dengannya memang karena sebuah kecelakaan kan?
“IGE MWOYAA?? Kau hamil diluar nikah??”, JEDHEERR!! *Efek suara petir*

Appa tambah gilaaaa!!

“Yak! Aku masih normal Appa, aku tak ingin dibunuh Appa”, kataku kesal pada Appa, penyakit lebehnya gak sembuh-sembuh.

Kuedarkan pandanganganku, rupanya Yoon Ra dan Ah Na sudah masuk ke kamar masing-masing.

“Siapa suamimu? Kenalkan pada Appa dan Eomma”, ucap Eomma lembut yg berhasil membangunkanku dari dunia lamunan.
“Lee Hyuk Jae”, jawabku singkat, kenapa ketika akan menyebutkan nama itu bibirku jadi bergetar? Aigoo aigoo~ Kamu kena penyakit apa Na..
“Kenalkan pada kami”
“Aku kesini saja berniat menceraikannya”
“Hahaha, bagus”, kata Appa tiba-tiba *Sambil nge-smirk*
“Kau masih terlalu muda untuk menikah Na”, lanjut Appa.

Aku mengajak mereka duduk di ruang tamu, aku menceritakan semua kronologisnya mulai dari awal aku bertemu dengannya, hingga sampai aku berakhir di rumah itu bersama Hyuk Jae.

“Jadi, begitu, kau yakin kan kau belum disentuh olehnya?”, kata Appa dengan gaya sok mendetektif.
“Ne, Appa, tenanglah”
“Kalian harus cerai”, kata Appa tegas.
“Kalian tidak boleh cerai”, aku menoleh ke arah Eomma dengan tatapan ‘mwo?’
“Cerai!”
“Gak! Na Na gak boleh cerai”

Kalau sudah begini, mereka pasti lama, aku tinggal mandi dulu aaah, kekeke~

*******

Setelah selesai mandi, aku menghampiri kedua orang tuaku yg berwajah aneh *Anaknya juga dong?*, Appa wajahnya seperti abis di tindas, sedangkan Eomma wajahnya seperti serigala abis dapet mangsa. Dari sini aku udah bisa nyimpulin kalo aku gak bisa cerai sama Hyuk Jae T_T

Eomma dan Appa memang slalu gitu, dan slalu dimenangkan oleh Eomma, kekeke~ Mereka pasangan yg lucu, mumumu~

“Eomma, Appa kenapa?”, tanyaku selagi menghampiri mereka sambil mengusap rambut basahku dengan handuk.
“Kapan kau bisa kenalkan suamimu sayang?”, Eomma mengacuhkan pertanyaanku.
“Molla”, jawabku singkat, Eomma, sebenarnya aku ingin menceraikannya.
“Sepertinya Eomma pernah denger nama Lee Hyuk Jae, dimana ya?”, aku tak menghiraukan pertanyaan Eomma, aku melongos pergi ke kamar aja, cari aman. Bukannya aku gak mau Eomma tau, tapi aku gak mau sombong, kekeke~ Lagian tak ada yg bisa kubanggakan pada Eomma tentang suami jadi-jadianku itu -,-

-Hyuk Jae’s POV-

“Won~ah, eottokkhe?”, aku menangis lagi, di depan Siwon, Hae sedang ada job.
“Percaya kepada Tuhan bahwa ia pasti kembali padamu, berdoalah” *Kyaaaaaa ustadz Miwon, eh Siwon*
“Bagaimana kalo ia bukan jodohku?”, tanyaku khawatir.
“Cari pacar lagi” *Siwon nyanyi pake nada ST12*Kekeke~ Author sarap*PLAK*

Aku ingin sekali menemui istriku, bogoshippeoyo.

Selagi aku terlarut dalam pikiranku, kurasakan ponselku menyala, ada e-mail masuk, ah pasti job lagi, pikirku. Dengan malas-malasan aku membukanya, dan mataku langsung membulat dengan sempurna seperti kue donat. E-mail itu dari Na Na, dari ISTRIKU.

From : Kim Na Na
Subject : Monyet Jelek!

Kunyuk~ah, aku di Korea, di rumah Halmeoni, jika ada waktu kemarilah, Appa Eomma ingin bertemu denganmu.

MWO??
Aigoo jantungku mau copot, senengnya setengah hidup membaca e-mail darinya.

“Won~ah, temani aku ke rumah Halmeoni ya? Bersama Hae juga”, mohonku pada Siwon.
“Ye” Tumben anak ini berkunjung ke Halmeoninya, pikir Siwon.

Aku langsung mengambil ponselku, menelpon Hae.

~”Yeoboseyo”~
“Hae, kapan kau selesai? Temani aku ke rumah Halmeoni”
~”Aku sudah di depan dorm”~ TUUT TUUUT. Aku memutus sambungan telepon.

Aku begitu tak sabar, aku akan segera bertemu dengan istriku yg selama ini membuatku gila, aku juga akan bertemu dengan Eomma dan Appanya, dandan dulu aaaahh *Kunyuk endel, mo caper tuh*Kekeke~*

*******

Untung aku masih bisa mengingat sedikit-sedikit rumah Halmeoni Na Na, walau masih banyak nyasarnya, kekeke~

“Kau yakin kau tau jalan? Bukankah kita sudah melewati tempat ini 2 kali Hyuk”, kata Donghae khawatir.
“Percaya saja padaku”, aku masang tampang percaya diri biar mereka gak curiga kalo sebenernya aku khawatir gak tau jalan, kekeke~

Akhirnya setelah setengah jam muter-muter, aku nemu juga rumahnya :P

“Aku tak tau Halmeonimu tinggal disini”, tanya Hae heran.
“Sudahlah”, aku mulai tersenyum-senyum gak jelas mengingat sebentar lagi aku akan segera melihat wajahnya.

TINGTONG TINGTONG ~Anggep aja suara bel~Maksa~

Seseorang membukakan pintu, bukan Na Na, tapi wajahnya mirip sekali dengan Na Na, aku dapat menyimpulkan bahwa ini Eommanya Na Na.

“Annyeoong~”, sapaku ramah.
“Annyeong, nuguseyo?”, busyet nih orang, masa kagak tau orang paling cakep se Korea sih *BRUKK*Banting Kunyuk*
“A—“
“Masuklah”, potong seseorang di belakang Eomma Na Na, dan itu adalah ISTRIKU. Omona~ Dia makin cantik saja.

*******

“Oh, jadi kamu suami dari anakku, Na Na? Aigoo, tampannya. Tampan standard internasional”, kata Eomma Na Na bukan padaku, kuulangi BUKAN PADAKU.
“Eomma, itu Siwon Oppa”, kata Na Na sedikit terkekeh sambil menunduk. Kau pasti senang Siwon dibilang suamimu Na, awas saja kau ya >,
“Aigoo, bukan yg ini, terus yg namanya Lee Hyuk Jae yg mana?”, kata Eomma Na Na sambil garuk-garuk kepala kebingungan.
“Annyeeoooong~ Lee Hyuk Jae imnida”, aku tersenyum pada wanita itu. Dia terlihat terkejut kayak liat setan. *Kekeke~*
“Oh, jadi kau suaminya. Hmmm, tampan standard Korealah, lumayan”

JLEB!
Ini Eomma Na Na omongannya beneran kayak nenek lampir, pengen aku sumpel aja mulutnya *Ketularan Kyu nih kayaknya*Kyu langsung nge-smirk*

Aku melihat ke arah Na Na, Siwon, dan Donghae, mereka tertawa cekikikan kayak tuyul abis dapet duit, sialan!

Mataku beralih ke Appa nya Na Na, tatapannya dingin terhadapku, hii merinding.

Aku lihat Ah Na keluar, dia terkejut melihat ada Hae, Hae malah lebih terkejut sampek mulutnya kemasukan banteng karena menganga terlalu lebar *Apa deh?*-,-* Setelah itu kulihat Hae dan Ah Na keluar dari rumah bersama, temu kangen deh. Setelah itu kulihat Siwon juga keluar, entah kemana.

“Sepertinya aku pernah melihatmu dan mendengar namamu”, kata Eomma Na Na membangunkanku dari liang kubur, eh dari lamunanku maksudnya.

Akhirnya nih nenek lampir nyadar juga kalo gue cakep *PLAK*Kunyuk gak sopan* Kulihat Na Na hanya menunduk, dia seperti sedang gelisah, ada apa sih orang-orang ini, pantas saja anaknya aneh, keluarganya saja aneh, Eomma nya, Appa nya, aish.

“Ah, ne, kau pelawak terkenal Korea itu kan?”, JEDHEERR! Aku terkejut mendengar pernyataannya, aigoo, cobaan apa yg sedang kualami.
“Eomma, dia Eunhyuk Super Junior”, kata Na Na pelan sambil mencolek-colek lengan Eommanya.
“aigoo, pantas saja aku pernah liat wajahmu, di kebun binatang di kandang monyet, eh di TV maksudnya”, kata wanita itu sambil memukul pundakku.
“Yesungdahlah, kalian berdua dulu saja, kami tinggal dulu”, lanjutnya sambil mendorong Appa Na Na untuk menyingkir, Appa nya sempat menolak dan kembali menatapku tajam setajam tutup botol kecap (?), tapi akhirnya ia menurut dan menyingkir. Kini tinggal aku dan Na Na. Kami diam.

“A—“, ucapku bebarengan dengan Na Na.
“Ladies first”, ucapku belepotan, maklum bahasa Inggris, kekeke~
“Sebenernya aku kemari berniat untuk minta cerai, tapi..”

JLEB!
Sakitnya. Apa katanya barusan? Minta cerai?

“Tapi Eomma sepertinya bahagia kini aku memiliki suami”, dia tertunduk.

Ahahahaha, nenek lampir itu menguntungkan juga ternyata *YAK! Sumpah Kunyuk gak sopan, Kyuppang kampret*Kyu : Yak! Gua lagi*

“Kenapa kau ingin minta cerai?”
“Aku.. aku tak tau”
“Mianhae, aku memang suami yg buruk, bahkan aku tak bisa menjagamu ketika kau di rumah sakit dan koma selama 7 bulan, mianhae yeobo~ah, tapi aku sangat mencintaimu, saranghae”, ku menangis dipangkuannya, aku tak kuat menahan air mataku, aku ini memang dasar cengeng.

-Na Na’s POV-

“Mianhae, aku memang suami yg buruk, bahkan aku tak bisa menjagamu ketika kau di rumah sakit dan koma selama 7 bulan, mianhae yeobo~ah, tapi aku sangat mencintaimu, saranghae”

DEG!
DEG!
DEG!
Jantungku mulai gak stabil. Apa yg dia katakan barusan? Dia mencintaiku? Apa dia serius?

Tanpa aku pandu, tanganku secara refleks mengelus lembut kepalanya yg sedang menangis di pangkuanku. Namja ini.. kenapa terlihat begitu lemah. Kunyuk, kumohon jangan menangis L

“Kunyuk~ah, kau dengar, Eomma memintaku untuk tidak meminta cerai, aku tak mungkin bisa lagi minta cerai padamu, sampai kau sendiri yg memintanya”
“Aku tak akan menceraikanmu, sampai kapanpun”, ucapnya tegas, dia beranjak dari pangkuanku, menatap mataku.
“Tapi, bukankah pernikahan kita ini karena terpaksa? Karena kecelakaan?”, ucapku masih sambil masih terus menatap matanya yg menatapku. Aigoo, kenapa ketika melihat matanya aku jadi merasa damai.
“Sssstt, jangan pernah beranggapan seperti itu, mulai dari pertemuan kita, hingga kita menikah, itu takdir”, katanya sambil menaruh telunjuknya di bibirku.

Apa bener itu takdir?
Apa sekarang aku sudah mulai bisa dan siap untuk membuka hati untuknya?

Aku merasakan bahwa mukanya sekarang benar-benar berada di dekat mukaku yg mulai memerah, entah sejak kapan ia begitu, omona~ omona~ dia akan menciumku. Aku memejamkan mataku, kurasakan hembusan napasnya berada dekat sekali dengan wajahku. DEG! DEG! DEG! Aigoo~ Aigoo~ Aku gugup.

“Hatchii hatchii”, aku mendengar suara orang bersin, aku membuka mata, Hyuk Jae sudah menjauhkan wajahnya dari wajahku, dan mukanya.. mukanya begitu merah, merah seperti saos tomat.

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan, mencari asal suara yg bersin tadi. Haeppa!

Sejak kapan mereka berempat -Haeppa, Wonppa, Ah Na, Yoon Ra- ada disitu? Aigoo~ Aku malu, Kunyuk juga terlihat malu, kekeke~ lucu sekali wajahnya, seperti monyet jantan yg kepergok mau nyium monyet betina, eh gua monyet juga dong?

“YAK! Kalian ini mengganggu saja”, Eunhyuk terlihat seperti menutupi rasa malunya. Mereka berempat menghampiri kami dan duduk di sofa yg kosong *Ya iyelah, masa duduk di pangkuan Author*Kekeke~*
“Sebenernya kami ingin melihat kelanjutannya, tapi aku tak bisa menahannya, yah kelepasan deh, mianhae”, ucap Haeppa polos sambil tersenyum blo’on. Yang lain hanya cekikikan kuntilanak.

“Mwo?? Aish, kalian jahat sekali”, Eunhyuk mengacak-acak rambutnya. Tawa mereka semakin menggelegar hingga menimbulkan petir dimana-mana *Lebeh* Aku tersenyum kecil melihat muka namja ini semakin memerah.

-Author’s POV-

“Apa kau masih tidak setuju, yeobo~ah?”, kata Mrs. Kim pada suaminya, mereka sedang membicarakan sesuatu yg serius di kamarnya.
“Nde, aku tak setuju, dia itu masih kecil”, jawab Mr. Kim sedikit mengacuhkan istrinya.

Sebenarnya bukannya ia tak menyetujui, tapi ia hanya khawatir karena ia sangat menyanyangi anaknya itu. Ia belum siap jika ia harus menyerahkan anak gadisnya pada namja lain.

“Waeyo?”
“Dia masih 22 tahun, dia masih kecil”, matanya menatap istrinya dengan raut khawatir, hal ini membuat istrinya gemas.
“Aigoo~ Nae namphyeon, kau bahkan menikahiku ketika usiaku 19 tahun”, kata Mrs. Kim dengan nada gemas sambil menjiwiti pipi suaminya itu.
“Yeobo, percayalah padaku, bisa kulihat dari matanya, dia namja yg baik *Ndukun ah*, percayalah padaku, percayalah padanya, percayalah pada anak kita”, kini Mrs. Kim menatap lembut wajah suaminya sambil mengelus pipi suaminya. Dan Mr. Kim –entah dengan berat hati atau dengan hati tulus- mengangguk pelan.

-Hyuk Jae’s POV-

Donghae dan Siwon kusuruh pulang duluan, aku masih ingin bersama istriku, tapi Donghae malah pergi kencan dengan Ah Na, dan akhirnya dengan mendengus kesal Siwon pulang sendirian, kekeke~ *Author tiba-tiba langsung tancep*Temenin Yeobo~ah aaaaahh XD*

“Na”, panggilku ketika kami duduk di bangku taman, aku menatap langit biru yg begitu luas.
“Ne?”
“Kenapa kau begitu lama meninggalkanku? Apa kau tak tau aku sakit parah”, aku masih tetap menatap langit.
“Mwo?? Sakit apa Nyuk? Mana yg sakit?”, dia terlihat terkejut, diwajahnya tergambar raut sangat cemas, keke~ Lucunya istriku.

Kini aku menoleh ke arahnya, menatap matanya yg indah, kuraih kedua tangannya dan kuletakkan di dadaku.

“Disini”, ucapku sambil tersenyum.
“Kyaa, Kunyuk babo, kupikir kau sakit beneran”, dia memukul-mukul dadaku pelan, mukanya merah, aigoo~ kau lucu sekali sih Onde Onde Gyeoptaku. Aku mengacak rambutnya pelan, lalu kembali menatap langit. Malam ini aku bahagia.

“Na”, panggilku lagi.
“Wae? Aku tak mau kau kerjai lagi”, ia menunduk, ia masih malu, kekeke~
“Malam ini muncul satu bintang, padahal hari-hari sebelumnya tak pernah ada bintang, mungkin bintang itu tau bahwa kau telah kembali untukku, kau bintangku, chagi~ya”, aku tersenyum kearahnya, dia membalas senyumku, tapi bisa kulihat bahwa ia malu setengah hidup.
“Tapi aku lebih suka melihat matahari yg berwarna merah di pagi hari atau sore hari dari pada melihat bintang, lebih cantik”,dia tersenyum dan kembali menatap langit.
“Hahaha, kau ini tetap saja yeoja aneh, semua yeoja menyukai pemandangan bintang di malam hari, kau malah menyukai matahari, ckckck”
“Aish, kau berani menyebutku aneh Kunyuk jelek”
“Yak! Berhenti memanggilku Kunyuk!”
“Lalu apa? Mr. Yadong?”, dia menjulurkan lidah padaku.
“Ya! Kalo aku Mr. Yadong berarti kau Mrs. Yadong!”, ganti aku yg menjulurkan lidah padanya.
“Kyaaaaaa, Kunyuk sialaan!”, dia memukuli dadaku, kekeke~ menggemaskan sekali yeoja ini.

“Oppa?”, aku mendengar suara dari belakang kami, kurasa Na Na juga, ia menghentikan pukulannya padaku, aku mencari si pemilik suara.

“Si Hae~ah?”

-TBC-

Yeeeeeyy, part ini selesai juga setelah Author belain begadang ama abangnya Author, Kyuppang lontong, kekeke~ *Ditabok Sparkyu* Jangan lupa RCL yaa, cus itu yg nyemangatin Author buat ngelanjutin part selanjutnya :D Gumawoo~ *Bow with Kyu*

No comments:

Post a Comment